
Suatu hari di hari yang libur aku disuruh untuk jaga rumah karena bapak ibu serta adik2ku di luar kota, karena gak tau mau ngapa ngapain dan melihat rumah dalam keadaan kotor aku ingin membersihkan barang kali nanti orang tuaku kalau pulang bahagia melihat anaknya yang rajin dan member kejutan pada mereka, mulai dari kamar adikku Riska saat aku membersihkan kamarnya aku melihat foto mereka dngan mantannya Delan, dulu Delan sering main ke sini sejak masih pacaran dngan riska tapi karena sudah putus delan sudah jarang maen kesini padahal sudah aku anggap seperti adikku sendiri, karena keluarga kami udah saling dekat.
Rasa inginku untuk mengundang Delan main kerumah sini dngan cara mengirim SMS ke nomer handphonenya karena nomernya masih aku simpan, setelah aku kirim SMS sengaja aku bilang kalau dirumah sedang tidak ada orang karena niatku adalah agar Delan bisa balikan lagi dngan Riska, barang kali rencanaku kejadian.
Susudah mengirim SMS aku melanjutkan untuk membersihkan ruangan sambil menunggu kabar dari DeDelan an melihat apakah ada balasan ternyata lama juga Delan belum membalas SMSku aku melanjutkan pekerjaanku berganti di kamar adikku yang cowok tak sengaja aku mendapati di kamarnya ada DVD yang gak ada covernya karena penasaran aku mencoba untuk menyetel DVD tersebut di ruang tengah.
Saat aku nyalakan filmnya tiba tiba ada adegan cium ciuman dimana sang cowok bule sedang menciumi bibir wanitanya, di lanjut saling berciuman ke leher dan melepas bajunya sekarang si cewek dalam keadaan telanjang si cowok menciumi toketnya, melihat seperti itu membuat aku bergairah ternyata adikku cowok menyimpan DVD Porn.
Awalnya aku ingin memberhentikan film tersebut tapi mumpung rumah kosong dan aku lama tak juga menonton film blue aku melanjutkannya dan teringat saat terakhir bulan lalu aku melakukan persetubuhan , saat menonton film tersebut memang membuat nafsuku naik, karena memang seminggu aku juga tak melakukan masturbasi, sambil melihat film tersebut membuat diriku konak sehingga membuat bajuku tak kusadari terangkat ke atas sampai Bhku juga aku lepas sambil menonton aku membayangkan sambil ku remas remas toketku sendiri “Ahhhhhhhrhhhhggghhh”
Celanaku juga aku turunkan sambil memegang gundukan memekku sambil menggosok gosoknya, uhhhh semakin tak karuan enaknya makin lama makin cepat aku mengoyak klitorisku tangan satunya masih meremas remas toketku sambil melihat adegan sex di film bokep.
“ouhhh yesssss hmmmmm” deisiku yang kurasakan mau orgasme.
Saking enaknya aku di kagetkan dngan bunyi bel yang berada di pintu depan, “tinggg tongggg”
Sungguh kaget diriku siapa yang datang kali ini , dngan tergesa gesa aku langsung memakai pakaianku dan merapikan rambutku sambil mematikan layar dan DVDnya yang belum sempat aku keluarkan, karena paniknya, aku pikir apa bapak ibu yang sudah pulang ,tapi kan dia baru saja berangkat masak iya sudah pulang, detuk jantungku mulai kencang.
Dngan gugup aku menuju kepintu , ouhhh rupanya Delan yang berada di depan pintu,
“haii mbak, tadi SMS delan ya??? Dah lama delan gak main kesini, sapanya dngan senyum.
“iyaaaaa aku kira kamu gak datang karena gak membalas SMS tadi”
“iya emang sengaja mba biar kena surprise kan lama sekali delan gak berkunjung ke rumah mantan hehehe
“hehehe bisa saja delan ini, aku kira delan juga akan lupa gak pernah main kesini lagi, sambil menyuruh delan untuk masuk ke dalam”
Delan senyum senyum dan mungkin rasa dia juga kangen dngan keluarga sini karena memang sudah akrab dari keluarga kami ke delan,”dirumah sama siapa mba, kok kelihatannya sepi sekali”
“iya mereka sedang ada acara di luar del, maaf mbak juga gak memberitahu dulu sama kamu, karena mbak juga lama tak ngobrol dngan kamu, semoga kamu memahaminya, dan jujur saja del, mba sebenarnya juga kangen sama obrolan kamu, sengaja mba mengirim SMS ke kamu untuk main kesini lagian kan udah lama kamu gak pernah menginjak ke rumah sini”
Aku dan delan sudah lama sekali tidak ngobrol dan saat itu pula aku mengetahui bahwa delan sudah berumur 18 dia mulai beranjak dewasa, lama sekali kita ngobrol sampai lupa aku belum mandi dan tubuhku kotor sekali karena habis bersih bersih , aku izin pada delan untuk mandi dan dia menunggu di ruang tamu, kira kira setengah jam aku selesai mandi dan berganti pakaian , aku mengajak dia untuk makan siang, karena saat itu aku memakai pakaian yang ketat dngan celana pendek mata delan selalu memperhatikanku,
“hmmm memang cowok kalau di lihatkan yang mulus mulus sedikit matanya kemana mana” tapi aku memang memahami karena tubuhku yang seksi sangat membuat cowok kepingin, karena melamun delan aku menyapanya
“ehhh lan, kamu kenapa kok melamun gitu”
“apa kangen sama Riska ya??
aku berpura-pura menanyakan hal lain untuk menyadarkan lamunannya.
“Ah, enggak kok Mb. Riska kan sekarang udah punya pacar baru…” ujar Delan sekenanya.
“Delan jangan pulang buru-buru yah. Tadi Mba udah kasih tau ke Riska kalau Delan sedang ada di rumah…” kataku berharap supaya Delan dapat lebih lama di sini.
“Iya deh Mba. Delan juga mau di sini dulu sampe semuanya pulang…” jawabnya.
“Ya udah, Delan nonton TV dulu aja. Mba mau masuk ke kamar dulu. Mau istirahat sebentar…” lanjutku.
“Ya udah Mba, nggak apa-apa kok. Mba istirahat aja dulu…” kata Delan.
Setelah pamit ke Delan, aku beranjak masuk ke kamar tidur. Setelah menutup pintu kamar, aku bercermin. Wajahku terbilang manis, kulit kuningku juga bersih dan mulus karena sering luluran. Walaupun badanku mungil, tapi terbilang proporsional.
Bajuku kemudian aku lepas dan mencopot BH-ku, karena aku terbiasa tidur tanpa menggunakan BH. Kemudian aku memperhatikan toket milikku yang berukuran kecil namun kencang, dan tentu saja semakin membuat tubuhku tampak indah, karena sesuai dngan postur mungilku.
Aku tersenyum sendiri melihat hotpants-ku yang memang membuat aku tampak sexy. Pantas saja Delan sampai memperhatikan tubuhku seperti itu. Aku yang dalam keadaan cukup lelah, merebahkan diriku sebentar di atas kasur tanpa memakai kaos dan mencoba beristirahat sejenak. Belum lama beristirahat, aku mendengar suara rintihan dari ruang tengah yang tepat berada di depan kamarku.
Astaga! Aku baru ingat, itu pasti suara dari DVD porno yang lupa aku keluarkan tadi. Apa Delan sedang menyetelnya? Penasaran, aku pun bangkit dari tempat tidurku, dngan terburu-buru aku memakai kaos tanpa sempat memakai BH terlebih dahulu, kemudian dngan perlahan-lahan aku keluar dari kamarku.
Begitu aku membuka pintu kamar, aku melihat pemandangan yang mendebarkan. Delan sedang berada di karpet depan TV sambil mengeluarkan kontolnyanya dan mengocok-ngocoknya sendiri. Ternyata kontolnyanya cukup besar juga untuk anak seusia dia, kurang lebih sekitar 14 cm dan sudah tampak tegang sekali.
Aku berpura-pura batuk, kemudian dngan tampang seolah-olah mengantuk aku mendekati Delan dan ikut duduk disampingnya. Dia tampak kaget menyadari aku sudah berada di sampingnya. Lalu dngan terburu-buru dia memasukkan kontolnyanya ke dalam celananya lagi.
“Eh, …mba ga-ak jadi istira…hat ya…?” kata Delan salah tingkah.
Kemudian dngan wajah panik dia mengambil remote DVD dan hendak mematikan filmnya.
“Iya nih Delan, gerah banget di dalam. Eh, filmnya nggak usah dimatiin. Kita nonton berdua aja yuk! Kayaknya seru tuh…” ujarku sambil menggeliat sehingga menonjolkan toketku yang hanya terbungkus oleh kaos putih ketatku saja.
“Hah? Mba mau i-ikut nonton…? Jangan Mba Delan malu…” katanya gugup.
“Kok Delan masih malu? Kayak sama siapa saja. Delan kan sudah seperti keluarga sendiri, masa masih malu sama Mba?” kataku meyakinkannya.
“I-iya deh…” jawab Delan dan tidak jadi mematikan DVD-nya.
Dngan santai aku duduk di samping Delan sambil ikut menonton. Aku mengambil posisi bersila sehingga hotpants-ku semakin tertarik dan memperlihatkan paha mulusku. Adegan-adegan erotis yang diperlihatkan bintang porno itu memang sungguh menakjubkan, mereka bergumul dngan buas dan saling menghisap. Aku melirik ke arah Delan yang sejak tadi bergantian antara memandangi adegan panas tersebut dan terkadang juga melihat ke arah paha dan toketku. Terlihat ia berkali-kali menelan ludahnya. Nafasku juga mulai memburu karena terangsang melihat Film tersebut.
“Delan, kamu udah pernah bersetubuh?” tanyaku tiba-tiba.
“Eh, kok Mba tau-tau nanya kayak gitu sih?” jawab Delan bingung.
Delan agak kaget mendengar pertanyaanku, soalnya saat itu matanya asyik mencuri pandang ke arah puting toketku yang tercetak pada kaos putihku. Aku semakin memanaskan aksiku, sengaja kakiku kubuka lebih lebar sehingga sekarang cetakan memek pada Hotpants-ku terlihat jelas.
“Gak usah malu Delan. Mba bisa jaga rahasia kok…!” tanyaku semakin penasaran.
“Belum pernah kok Mba… Beneran deh!” jawab Delan tersipu.
“Tapi kamu udah sering nonton Film kayak gini kan?” pancingku.
“Lumayan sering sih Mba. Tapi paling Delan nontonnya rame-rame, atau kalo lagi nonton sendirian sambil ngocok deh…” jawabnya mulai santai.
“Delan, menurut kamu Mba cantik gak sih?” lanjutku terus menggoda Delan.
“Iya Mba! Sebenernya dari dulu Delan udah merhatiin kalo Mba tuh cantik…” timpal Delan.
Merasa dipancing seperti itu Delan mulai memberanikan diri untuk memegang tanganku. Aku sedikit kaget, namun membiarkan tanganku dibelai oleh telapak tangannya. Terasa benar bahwa telapak tangan Delan basah oleh keringat karena gugup.
Karena aku biarkan, dia terus membelai-belai bagian tangan seraya perlahan-lahan mulai naik untuk mengusap pergelangan tanganku. Aku pasrah saja ketika Delan memberanikan diri melingkarkan tangannya pada bahuku. Namun tampaknya ia belum berani untuk menatap mataku. Sambil terus memeluk bahuku, tangan kanannya mulai berani memegang-megang toketku.
“Enak ya Mba diginiin…?” tanya Delan disela permainan tangannya.
“Emph… Emph…” aku hanya merintih menikmati remasan Delan pada toketku.
Sambil memegang toketku, dngan ganas Delan mulai menciumi bibir dan leherku. Akupun dngan tak kalah ganasnya membalas ciuman-ciumannya. Keganasan kami berdua membuat suasana ruangan ini menjadi riuh oleh suara-suara kecupan dan rintihan-rintihan erotis. Setelah beberapa menit kami berciuman, aku yang sudah terangsang berat berniat untuk melanjutkan ke bagian yang lebih jauh lagi.
“Delan… Sebentar deh. Mba buka kaos dulu ya…” kataku menghentikan pegangannya.
Delan hanya mengangguk mendengar kata-kataku. Tentu saja dia pasti sudah tidak sabar untuk melihat toketku yang tanpa terbungkus apa-apa.
“Delan, toket Mba bagus gak?” ketika aku sudah mencopot kaos ketatku sehingga toketku sudah terpampang jelas di hadapannya.
“Ba-bagus Mba…!” jawabnya dngan terbata-bata.
Delan tampak melotot menyaksikan bagian atas tubuhku yang menggoda. Hal itu malah membuat aku semakin terangsang dan melanjutkan perbuatanku. Merasa terus dipancing seperti itu, Delan tampaknya tidak tahan lagi. Ia langsung melumat bibirku sambil meraba-raba toketku yang sudah tidak tertutup apa-apa lagi. Aku memejamkan mata meresapinya, Delan semakin ganas menciumiku ditambah lagi tangannya berusaha memainkan memekku dari luar.
Sambil melumat, lidahnya mencari-cari dan berusaha masuk ke dalam mulutku, dan ketika berhasil lidahnya bergerak bebas menjilati lidahku sehingga lidahku pun ikut bermain. Sambil memejamkan mata aku mencoba untuk mengikuti arus permainan.
Dengan kuluman lidah Delan yang agresif, ditambah remasan-remasan telapak tangannya pada kedua toketku, birahiku pun dngan cepat naik. Sementara di bawah sana kurasakan tangan Delan sudah mulai meraba pahaku yang mulus.
“Aaaaahh Herlaaand…. Aaaahhhhhhh….” aku mendesah panjang merasakan nikmat yang melanda diriku.
“Mulus banget paha Mba! Bikin gemes Delan aja nih…!” sahut Delan sambil tangannya merayap naik lagi ke selangkanganku.
“Sekarang giliran Mba yang liat badan Delan!” pintaku kepada Delan.
Delan yang tadinya malu-malu semakin salah tingkah mendengar permintaanku. Karena sudah sangat bernafsu aku memaksa Delan untuk mencopot seluruh pakaiannya hingga dia bugil. Aku semakin terangsang melihat tubuh bugil Delan dari dekat. Badannya walaupun agak kurus tapi cukup berotot.
Kontolnyanya sudah mengacung tegak dan membuat jantungku berdebar cepat. Entah kenapa, kalau waktu dulu ngebayangin bentuk kontolnya cowok aja rasanya jijik tapi ternyata sekarang malah membuat darahku berdesir.
“Wah kontolnya kamu udah tegang banget Delan! Bentuknya bagus… Mba boleh isep ya…!?” tanyaku tidak sabar.

Tanpa menunggu persetujuannya aku langsung mengocok, menjilat dan mengulum batang kemaluannya dngan semangat.
“Slurp… Slurp… Slurp… Mmmh! Slurp… Slurp… Slurp… Mmmh…” kontolnya Delan terasa nikmat sekali di mulutku.

“Mba… Aaaah… Enaaakk…! Dari dulu emang Delan pengen banget ngerasain mulut Mba ngisep kontol Delan. Akhirnya kesampaian juga…!” katanya sambil terus menikmati hisapanku pada kontolnyanya.
Aku semakin bernafsu menghisap kontolnyanya, terkadang aku juga menjilat buah zakarnya sehingga Delan mulai mendesah.
Hmm… nikmat banget kontolnya kamu Delan!” kataku memuji kenikmatan kontolnyanya.
“Aaaaahh.. Eeennakk banget! Mba udah pengalaman yah?” ceracau Delan menikmati hisapanku.
Aku hanya melanjutkan hisapanku tanpa menghiraukan pertanyaan Delan. Setelah beberapa menit merasakan hisapanku pada kontolnyanya, Delan akhirnya tak kuat lagi menahan nafsu. Didorongnya tubuhku hingga terlentang di karpet, lalu diterkamnya aku dngan ciuman-ciuman ganasnya. Tangannya tidak tinggal diam dan ikut bekerja meremas-remas toketku.
“Ahh… Mmmh.. Uuuh.. Eenak Delan…” desahku keenakan.

Aku benar-benar merasakan sensasi luar biasa. Sesaat kemudian mulutnya menjilati kedua putingku sambil sesekali diisap dngan kuat.
“Auwh… Nikmaaaat bangeett… Aaah…!” desahanku semakin kencang.
Aku menggelinjang, tapi tanganku justru semakin menekan kepalanya agar lebih kuat lagi mengisap pentilku. Sejurus kemudian lidahnya turun ke arah memekku.
Tangannya menarik Hotpants dan celana dalamku. Mata Delan seperti mau copot melihat memekku yang sudah tidak tertutup apa-apa lagi.
“Memek Mba bagus gak Delan bentuknya..?” tanyaku penasaran.
“Bagus banget Mba! Delan suka banget memek yang nggak ada bulunya kayak gini. Mana masih rapet banget lagi…” jawabnya.
Sekarang tangannya bergerak menyelinap diantara kedua pangkal pahaku. Lalu dngan lembut Delan membelai permukaan memekku. Sementara tangan yang satunya mulai naik ke toketku, darahku makin bergolak ketika telapak tangannya meremas-remas dadaku.
“Sshhhh…” desahku dngan agak gemetar ketika jarinya mulai menekan bagian tengah kemaluanku.
Jari tengah dan telunjuknya menyeruak dan mengorek-ngorek memekku, aku meringis ketika merasakan jari-jari itu bergerak semakin cepat mempermainkan nafsuku. Sementara selangkanganku makin basah oleh permainan jarinya, jari-jari itu menusuk makin cepat dan dalam saja.
Hingga suatu saat birahiku sudah mulai naik, mengucurlah cairan pra-orgasmeku. Aku mengatupkan pahaku menahan rasa geli sekaligus nikmat di bawahku sehingga tangan Delan terhimpit diantara kedua paha mulusku.
“Eemmhh… Enaaaakk bangeettt…!” aku terus mendesah membangkitkan nafsu Delan.
Setelah dia cabut tangannya dari kemaluanku, nampak jari-jarinya sudah belepotan oleh cairan bening yang kukeluarkan. Dia jilati cairanku dijarinya itu, aku juga ikutan menjilati jarinya merasakan cairan cintaku sendiri. Kemudian dia cucukkan lagi tangannya ke kemaluanku, kali ini dia mengelus-ngelus daerah itu seperti sedang mengelapnya.
Setelah puas memainkan jari-jarinya di memekku, kurasakan Delan mulai menjilati pahaku yang mulus, jilatannya perlahan-lahan mulai menjalar menuju ke tengah. Kemudian Delan membuka memekku lebar-lebar sehingga klitorisku menonjol keluar, aku hanya dapat bergetar saat kurasakan lidahnya menyusup ke pangkal pahaku lalu menyentuh bibir memekku.
Bukan hanya bibir memekku yang dijilatinya, tapi lidahnya juga masuk ke liang memekku, rasanya sungguh nikmat, geli-geli enak seperti mau pipis. Delan terus menjilatinya dngan rakus sambil sesekali menggigit kecil klitorisku atau terkadang dihisapnya dngan kuat. Tangannya juga terus mengelus paha dan pantatku yang mempercepat naiknya libidoku.

“Aaahh Delan!! Uuuhh.. Eenak… Terus…!” jeritku.
“Slurp… Slurp… memek Mba gurih banget… Mmmh… Slurrrppp…” katanya disela-sela menjilati memekku yang sudah mulai basah.
Delan terus menjilati memekku sampai akhirnya aku nggak tahan lagi. Tidak sampai lima menit, tubuhku mulai mengejang, rasa nikmat itu menjalar dari memek ke seluruh tubuhku.
Aaaaaaaaaahh…” aku menjerit panjang merasakan nikmat pada seluruh tubuhku.
Tampaknya aku mencapai orgasme yang pertama akibat permainan jari ditambah dngan jilatan-jilatan lidah Delan pada memekku.
Aliran orgasmeku diseruputnya dngan bernafsu. Aku mendesis dan meremas rambutnya sebagai respon atas tindakannya. Memekku terus dihisapinya selama kurang lebih lima menitan. Sensasi itu berlangsung terus sampai kurasakan cairanku tidak keluar lagi, barulah kemudian Delan melepaskan kepalanya dari situ, nampak mulutnya basah oleh cairan cintaku.
Emang enak banget deh cairan memeknya Mba…!!” puji Delan kepadaku.
“Delan jago banget sih bisa bikin keluar Mba…” aku juga ikut memuji Delan.
“Mba udah keluar kan? Sekarang giliran Delan yah…” pintanya.
“Delan mau Mba apain?” tanyaku yang masih dalam keadaan lemas karena baru mencapai orgasme.
“Sepongin kontol Delan lagi dong! Abisnya bikin ketagihan sih!” jawab Delan.
Lalu Delan duduk di sofa sambil kembali memamerkan kontolnya miliknya yang sudah sangat tegang. Aku bersimpuh dihadapannya dngan lututku sebagai tumpuan. Kuraih kontolnya itu, pertama kukocok dngan lembut kemudian semakin cepat dan pelan lagi. Hal itu tentunya semakin memainkan birahi Delan.
“Aaaah… Teteeeeh…! Enaak bangeeet…” Delan semakin mendesah kencang.

Setelah puas mengocok-ngocok kontolnyanya, aku mulai menjilati batangnya dngan pelan. Mungkin karena Delan sudah dikuasai hawa nafsu, dngan setengah memaksa dia mengarahkan batang kontolnyanya ke mulutku yang dan kemudian menjejali kontolnyanya ke mulutku. Aku yang tak punya pilihan lain langsung memasukkan kontolnya itu ke mulutku.

Kusambut batangnya dngan kuluman dan jilatanku, aku merasakan aroma khas pada benda itu, lidahku terus menjelajah ke kepala kontolnyanya. Lalu kupakai ujung lidahku untuk menyeruput lubang kencingnya. Hal itu membuat Delan blingsatan sambil meremas-remas rambutku.
“Sluurpp… Sluuuurp… Mmmmmh..” desahku sambil menikmati setiap jengkal kontolnyanya.
“Enak ya Delan…? Hmm…?” tanyaku sambil mengangkat kepala dari kontolnya Delan dan menatapnya dngan senyum manisku
“Enaaak banget Mba…” Delan mendesah-desah keenakan.
Delan mulai mengerang-erang keenakan, tangannya meremas-remas rambutku dan kedua toketku. Aku semakin bernafsu mengulum, menjilati dan mengocok kontolnyanya. Kusedot dngan keras kontolnya hitam itu. Kubuat pemiliknya medesah-desah, aku juga memakai lidahku untuk menyapu batangnya. Aku dapat melihat ekspresi kenikmatan pada wajah Delan akibat teknik oralku.
“Oooh… Terus Mba… Delan hampir keluar…!” Delan semakin mendesah.
Karena Delan sudah hampir keluar, aku melepaskan hisapanku pada kontolnyanya dan mulai mengocoknya. Aku semakin bersemangat memainkan kontolnya miliknya yang kepalanya sekarang berwarna lebih kehitaman. Semakin lama aku semakin cepat mengocoknya.
“Aaahh… Delan keluaaaarrr mbaa..!!” desahan Delan semakin kencang.
“Croot.. Croot..” tak lama kemudian kontolnyanya menyemburkan sperma banyak sekali sehingga membasahi rambut mulut, wajah, toket dan hampir seluruh tubuhku. Dngan sigap aku menelan dan menjilati sperma Delan seperti seorang yang menjilati es krim dngan nikmatnya. Aku benar-benar menikmati permainan ini.
“Eeehhmmm… Sluuurp…” aku terus menikmati menghisap kontolnyanya.
Kemudian aku meneruskan untuk mengusap dan aku jilati semua spermanya yang berceceran di tubuhku sampai tak tersisa. Lalu aku hisap kontolnyanya dngan kuat supaya sisa spermanya dapat kurasakan dan kutelan. Setelah aku yakin spermanya sudah benar-benar habis, aku melepaskan hisapan pada kontolnyanya, kemudian benda itu mulai menyusut pelan-pelan.
“Nikmatnya sperma kamu Delan…” bisiknya mesra seraya menjilat sisa-sisa spermanya yang masih menempel pada bibirku.
“Obat awet muda ya Mba…” kata Delan bercanda.
“Yaa begitulah… Makanya Mba tetep awet muda kan?” aku ikut membalas candanya.
Walaupun sudah sempat mencapai orgasme, namun birahiku belum juga padam. Aku berpikiran untuk melanjutkan permainan kami ke tahap selanjutnya.
“Delan.. Ayo sekarang masukin kontolnya Delan ke memek Mba! Udah nggak tahan nih…” perintahku yang masih dikuasai hawa nafsu.
Tanpa pikir panjang lagi, Delan lalu mengambil posisi duduk, kemudian diacungkan kontolnyanya dngan ke arah lubang memekku. Aku mengangkangkan kakiku lebar-lebar siap menerima serangan kontolnyanya. Pelan-pelan dimasukkannya batang kontolnyanya itu ke dalam memekku.

“Uuhh… Nnggghhh…!” desisku saat kontolnya yang sudah sangat keras itu membelah bibir kemaluanku.
“Mba mau tau apa yang pengen Delan lakuin ke Mba dari dulu? Delan pengen ngentot Mba sampai ketagihan…!!” katanya sambil tersenyum nakal.
“Aaaauw… Pelan-pelan dong Delan… Aaakh…” desahku sedikit kesakitan.
Walaupun sudah tidak perawan lagi, tapi memekku masih sempit. Mungkin juga karena kontolnya Delan termasuk besar ukurannya.
“Auuhh.. Enaaak Delan…” desahku yang semakin merasakan nikmat.
Delan tampak merem-melek menahan nikmat. Tentu saja karena Delan baru pertama kali melakukan ini. Lalu dngan satu sentakan kuat kontolnyanya berhasil menancapkan diri di lubang kenikmatanku sampai menyentuh dasarnya.

“Aaaahh… Nikmaat bangeett Delan….” teriakku.
Aku melonjakkan pantatku karena merasakan kenikmatan yang luar biasa. Kurasakan cairan hangat memekku mengalir di pahaku. Masa bodoh dngan status Delan yang adalah mantan pacar adikku! Sudah kepalang tanggung pikirku, aku ingin merasakan nikmatnya bersetubuh hingga orgasme dngan Delan. Sesaat kemudian Delan memompa pantatnya maju mundur.
“Jrebb! Jrebb! Jrubb! Crubb!” suara kontolnyanya sedang keluar masuk di memekku.
“Aakh…! Aaaakh…! Nikmaaat banget… Laand…” aku meneriakkan nama Delan.
Aku menjerit-jerit karena merasakan nikmat yang luar biasa saat itu. Memekku yang sudah basah sekarang dimasuki dngan lancar oleh kontolnya Delan yang sangat tegang itu.
“Ooh… Lebih keras lagiii delann… Lebih cepaaat…” jeritku kenikmatan.
Keringat kami yang bercucuran menambah semangat gelora birahi kami. Tapi Delan malah mencabut kontolnyanya, mungkin ia lelah dngan posisi ini.
“Dasar ABG…!” umpatku dalam hati.
Aku jadi tidak sabar lalu bangkit dan mendorongnya hingga telentang. Kakiku kukangkangkan tepat di atas kontolnyanya, dngan birahi yang memuncak kuarahkan batang kontolnya Delan untuk masuk ke dalam liang memekku.
“Ooooooh.. Delannn…!!” aku menjerit keenakan.
Lalu dngan semangat aku menaik turunkan pantatku sambil sesekali aku goyangkan pinggulku.
“Ouuh.. Memek Mba enak bangeeet…! Kontolnya Delan serasa dipijat…” desahnya.
“Uggh.. Uuuh.. Kontolnya Delann… Juga nikmaat…” aku juga memuji keperkasaan kontolnyanya.
Kedua tubuh kami sudah sangat basah oleh keringat. Karpet di ruangan ini pun sudah basah oleh cairan sperma Delan maupun lendir yang meleleh dari memekku. Namun entah kekuatan apa yang ada pada diri kami, kami masih saling memompa, merintih, melenguh, dan mengerang. Aku menghujamkan memekku berkali-kali dngan irama sangat cepat. Aku merasa semakin melayang. Bagaikan kesetanan aku menjerit-jerit seperti kesurupan. Akhirnya setelah setengah jam kami bergumul, aku merasa seluruh tubuhku bergetar hebat.
“mba… Delan bentar lagi keluar nih…!” erangnya panjang sambil meringis.
Hal yang sama pula dirasakan olehku, aku tidak sanggup lagi menahan gelombang orgasme yang menerpaku demikian dahsyat.
“Aaaaaah… Mba juga udah mau keluar Delan…!! Kita keluar sama-sama Delan…!!” aku berteriak kencang karena sudah hampir mencapai orgasme.
“Oooohh… mbaaaa… Aaaaaahh…!!” Delan berteriak panjang.
Goyanganku semakin kupercepat dan pada saat yang bersamaan kami berdua saling berciuman sambil berpelukan erat.
“Cret.. Cret..” kami berdua mengerang dngan keras sambil menikmati tercapainya orgasme pada saat yang bersamaan. Aku dapat merasakan spermanya yang menyembur deras di dalamku, sedangkan memekku juga mengeluarkan cairan yang sangat banyak, tanda aku sudah mencapai orgasme untuk yang kedua kalinya.
Dari selangkanganku meleleh cairan hasil persenggamaan kami. Aku memeluk erat-erat tubuh Delan sampai dia merasa sesak karena aku memeluknya dngan sangat kencang. Kami seakan sudah tidak peduli bila tetangga sebelah rumahku akan mendengarkan jeritan-jeritan kami.
Delan mencabut kontolnyanya memekku dan akhirnya kami berdua hanya bisa tergeletak lemas di atas karpet dngan tubuh bugil bermandikan keringat.
“Aaahh… Delan… kamu hebaaat banget Delan…” pujiku sambil mengistirahatkan tubuh yang sudah lemas ini.
“Delan ju… ga Mba… Haaah…. Haaaah… Terima kasih untuk kenik… matan ini… Belum pernah Delan merasakan nikmat yang luar biasa seperti ini…” jawab Delan sambil terengah-engah seraya mengecup keningku dngan mesra.
Setelah merasa kuat untuk bangun, kami berdua beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri dari sperma, keringat dan liur. Tapi di kamar mandi kami tidak melakukan persetubuhan lagi, melainkan hanya berciuman dngan mesra saja, karena kami takut tiba-tiba Riska atau keluargaku yang lain akan segera pulang. Siraman air pada tubuhku benar-benar menyegarkan kembali pikiran dan tenagaku setelah seharian penuh ‘bermain’ dngan Delan.
Kami berdua pun membersihkan ruang di sekitar ‘medan laga’ tadi dngan menyemprot pengharum ruangan untuk menutupi aroma bekas persenggamaan tadi. Setelah beres, kami pun sedikit berbincang mengenai kejadian tadi. Aku yang sempat ragu apa benar Delan belum pernah bersetubuh, karena dia sudah terlihat ahli, bertanya lagi kepadanya. Ternyata dari pengakuannya, memang Delan belum pernah melakukan persetubuhan dngan siapapun, termasuk Riska. Delan mengaku melakukan ini hanya berdasarkan yang dia lihat dari DVD ataupun internet saja.
Di dalam pikiranku, aku juga merasa bersalah sekaligus kasihan kepada Riska yang belum sempat merasakan nikmatnya kontolnya Delan. Tentu saja kehilangan keperjakaan dngan kakak mantan pacarnya adalah pengalaman yang sangat mengesankan bagi Delan. Dia berharap kami dapat melakukannya lagi kapan-kapan. Aku pun juga berharap dapat menikmati kontolnya Delan lebih sering lagi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar